Selasa, 08 November 2011

Jenis - jenis Komponen Elektronika

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang komponen komponen elektronika dalam pelajaran dasar elektronika ada baiknya kita tahu dulu jenis jenis komponen elektronika berdasarkan butuh atau tidaknya arus listrik dalam bekerjanya. Dalam bidang elektronika dikenal ada dua jenis komponen yang kelompokkan berdasarkan kriteria di atas

Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika yang akan kita pelajari dalan dasar elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen aktif ialah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik, serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh komponen aktif adalah.
Transistor, merupakan komponen elektronika dengan 3 elektrode yang berfungsi sebagai penguat atau saklar. Jika sebagai penguat maka transistor dapat menguatkan sinyal listrik. Dalam hal ini inputnya dimasukkan ke titik B dan outputnya diambil dari titik A.
Diode, adalah komponen elektronika dengan dua elektrode, yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal listrik, sehingga termasuk komponen aktif..
LED (light emitting diode). Jika dihubungkan dengan sumber tegangan listrik maka LED tersebut akan menyala. Jadi, LED termasuk komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) menjadi bentuk lainnya (cahaya).

Sedangkan...

Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator/trafo, dioda dsb.

Dalam dasar elektronika penggunaan  kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.
Macam-Macam Komponen Elektronika
1. Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor atau kondensator yang ada pada rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu komponen yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
http://2.bp.blogspot.com/-TqvoAYK8Ayc/UQOa0PjYhwI/AAAAAAAAADo/Wz3gCRsQEj4/s1600/Jenis-Jenis-Kapasitor.jpg
Gb. Jenis-jenis kapasitor

Ada bebrapa jenis kapasitor :
 a. Kapasitor elektrolit
 b. Kapasitor tantalum
 c. Kapasitor polister film
 d. Kapasitor poliproyene
 e. Kapasitor kertas
 f. Kapasitor mika
 g. Kapasitor keramik
 h. Kapasitor Epoxy 
 i.  Kapasitor variable
Kapasitor ini ditemukan ditemukan oleh ilmuan yang bernama Michael Faraday (1791-1867). satuan dari kapasitor disebut Farad (F)

Simbol Kapasitor:

http://4.bp.blogspot.com/-i9Cd6LJX29M/USxpZ-Os_eI/AAAAAAAAATY/-e4ezAHPDrY/s1600/res.jpg

2. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. kemampian resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.
Resisitor yang paling banyak beredar dalam pasaran adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film. resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita-pita warna yang melingkar dibadan resistor. pita-pita warna tersebut biasa dikenal sebagai kode resistor.

http://2.bp.blogspot.com/-MbdWhJBaTi8/UQObD406TWI/AAAAAAAAADw/jDCaz3-EcSo/s1600/225px-3_Resistors.jpg

Gb. Resistor

Fungsi dari Resistor adalah :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.

Simbol Resistor: 

http://2.bp.blogspot.com/-N0CY-FoyDSs/USxorDbLXLI/AAAAAAAAATM/xR7_QIDvPVU/s1600/res.jpg

3. Induktor
Induktor adalah komponen yang tersusun dari lilitan kawat. Induktor termasuk juga komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. Bersama kapasitor induktor dapat berfungsi sebagai rangkaian resonator yang dapat beresonansi pada frekuensi tertentu.

http://1.bp.blogspot.com/-KCNXcF_dwxo/UQOddS1z22I/AAAAAAAAAEQ/MkUuPRZgiKo/s1600/induktor+setengah+lingkaran.jpg

Gb. Induktor
Fungsi Induktor:
1.      Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet
2.      Menahan arus bolak-balik/ac
3.      Meneruskan/meloloskan arus searah/dc
4.      Sebagai penapis (filter)
5.      Sebagai penalaan (tuning)
Kumparan/coil ada yang memiliki inti udara, inti besi, atau inti ferit.
Nilai/harga dari inductor disebut sebagai induktansi dengan satuan dasar henry.
Simbol Induktor :
http://1.bp.blogspot.com/-8WKE_fMpBrU/USxnb0wNs-I/AAAAAAAAATA/eOy4ZFpbYHI/s1600/Untitled.jpg

Jenis induktor :
1.      Fixed coil, yaitu inductor yang memiliki harga yang sudah pasti. Biasanya dinyatakan dalam kode warna seperti yang diterapkan pada resistor. Harganya dinyatakan dalam satuan mikrohenry (μH).
2.      Variable coil, yaitu inductor yang harganya dapat diubah-ubah atau disetel. Contohnya adalah coil yang digunakan dalam radio.
3.      Choke coil (kumparan redam), yaitu coil yang digunakan dalam teknik sinyal frekuensi tinggi.
 4. Dioda
Dioda adalah semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik.

http://2.bp.blogspot.com/-7giQQrC271I/USxq_yezyxI/AAAAAAAAATk/PbhT9eJvWV8/s320/Untitled.jpg


Simbol dioda :
http://3.bp.blogspot.com/-deX3UP_dz60/UQOeU99KWXI/AAAAAAAAAEc/UhQ_8k7rEDc/s1600/simbol-dioda.jpg















Fungsi Dioda :
1.      Penyearah, contoh : dioda bridge
2.      Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener
3.      Pengaman /sekering
4.      Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level sinyal yang ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
5.      Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen dc kepada suatu sinyal ac
6.      Pengganda tegangan.
7.      Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode)
8.      Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier
9.      Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo
10.  Sebagai rangkaian VCO (voltage controlled oscilator), yaitu dioda varactor
Jenis Dioda :
  1. Dioda standar
  2. LED (light emiting diode)
  3. Dioda Zener
  4. Dioda photo
  5. Dioda varactor
5. Transformator
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
http://1.bp.blogspot.com/-GkmzNiCwbxI/UQOhQarHNOI/AAAAAAAAAFI/B9YZ3HEmqJQ/s1600/transformator.jpg

Gb. Transformator
http://2.bp.blogspot.com/-qiJ0AtbcoAE/UQOftd-6LkI/AAAAAAAAAE4/8eDwplw2tHM/s1600/hal_2b.jpghttp://3.bp.blogspot.com/-2jP_O2t6LP4/UQOfhNnu7nI/AAAAAAAAAEw/UBLzoOKr7zc/s1600/hal_2.jpg


Gb. Lambang transformator %
 Gb. Bagian bagian transformator






Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).


0 komentar:

Poskan Komentar