Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang komponen
komponen elektronika dalam pelajaran dasar elektronika ada baiknya kita
tahu dulu jenis jenis komponen elektronika berdasarkan butuh atau tidaknya arus
listrik dalam bekerjanya. Dalam bidang elektronika dikenal ada dua jenis
komponen yang kelompokkan berdasarkan kriteria di atas
Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika yang akan kita pelajari dalan dasar elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Dua macam komponen ini adalah komponen aktif dan komponen pasif. Dua macam komponen elektronika yang akan kita pelajari dalan dasar elektronika ini selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.
Komponen aktif ialah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus
listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan
dan menyearahkan sinyal listrik, serta dapat mengubah energi dari satu bentuk
ke bentuk lainnya. Contoh komponen aktif adalah.
Transistor, merupakan komponen elektronika dengan 3
elektrode yang berfungsi sebagai penguat atau saklar. Jika sebagai penguat maka
transistor dapat menguatkan sinyal listrik. Dalam hal ini inputnya dimasukkan
ke titik B dan outputnya diambil dari titik A.
Diode, adalah komponen elektronika dengan dua
elektrode, yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal listrik, sehingga
termasuk komponen aktif..
LED (light emitting diode). Jika dihubungkan dengan
sumber tegangan listrik maka LED tersebut akan menyala. Jadi, LED termasuk
komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) menjadi
bentuk lainnya (cahaya).
Sedangkan...
Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa
memerlukan arus listrik. Contoh komponen pasif adalah resistor, kapasitor,
transformator/trafo, dioda dsb.
Dalam dasar elektronika penggunaan kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.
Dalam dasar elektronika penggunaan kedua jenis komponen ini hampir selalu digunakan bersama-sama, kecuali dalam rangkaian-rangkaian pasif yang hanya menggunakan komponen-komponen pasif saja misalnya rangkaian baxandall pasif, tapis pasif dsb. Untuk IC (Integrated Circuit) adalah gabungan dari komponen aktif dan pasif yang disusun menjadi sebuah rangkaian elektronika dan diperkecil ukuran fisiknya.
Macam-Macam Komponen Elektronika
1. Kapasitor (Kondensator)
Kapasitor atau
kondensator yang ada pada rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf
"C" adalah suatu komponen yang dapat menyimpan energi/muatan listrik
di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal
dari muatan listrik.
Gb. Jenis-jenis kapasitor
Ada bebrapa jenis kapasitor :
a. Kapasitor elektrolit
b. Kapasitor tantalum
c. Kapasitor polister film
d. Kapasitor poliproyene
e. Kapasitor kertas
f. Kapasitor mika
g. Kapasitor keramik
h. Kapasitor Epoxy
i. Kapasitor variable
Kapasitor ini ditemukan ditemukan oleh ilmuan yang bernama Michael Faraday (1791-1867). satuan dari kapasitor disebut Farad (F)
a. Kapasitor elektrolit
b. Kapasitor tantalum
c. Kapasitor polister film
d. Kapasitor poliproyene
e. Kapasitor kertas
f. Kapasitor mika
g. Kapasitor keramik
h. Kapasitor Epoxy
i. Kapasitor variable
Kapasitor ini ditemukan ditemukan oleh ilmuan yang bernama Michael Faraday (1791-1867). satuan dari kapasitor disebut Farad (F)
Simbol Kapasitor:
2. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika
yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi
tertentu. kemampian resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam
disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.
Resisitor yang paling banyak beredar
dalam pasaran adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film.
resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita-pita warna yang melingkar
dibadan resistor. pita-pita warna tersebut biasa dikenal sebagai kode resistor.
Gb. Resistor
Fungsi dari Resistor adalah :
1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
Simbol Resistor:
3. Induktor
Induktor adalah komponen yang
tersusun dari lilitan kawat. Induktor termasuk juga komponen yang dapat
menyimpan muatan listrik. Bersama kapasitor induktor dapat berfungsi sebagai
rangkaian resonator yang dapat beresonansi pada frekuensi tertentu.
Gb. Induktor
Fungsi Induktor:
1.
Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet
2.
Menahan arus bolak-balik/ac
3.
Meneruskan/meloloskan arus searah/dc
4.
Sebagai penapis (filter)
5.
Sebagai penalaan (tuning)
Kumparan/coil ada yang memiliki inti udara, inti besi,
atau inti ferit.
Nilai/harga dari inductor disebut sebagai induktansi dengan satuan dasar henry.
Nilai/harga dari inductor disebut sebagai induktansi dengan satuan dasar henry.
Simbol Induktor :
Jenis induktor :
1.
Fixed coil, yaitu inductor yang memiliki harga
yang sudah pasti. Biasanya dinyatakan dalam kode warna seperti yang diterapkan
pada resistor. Harganya dinyatakan dalam satuan mikrohenry (μH).
2.
Variable coil, yaitu inductor yang harganya dapat
diubah-ubah atau disetel. Contohnya adalah coil yang digunakan dalam radio.
3.
Choke coil (kumparan redam), yaitu coil yang
digunakan dalam teknik sinyal frekuensi tinggi.
4. Dioda
Dioda adalah semikonduktor yang terdiri
dari persambungan (junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus
pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik.
Simbol dioda :
Fungsi Dioda :
1.
Penyearah, contoh : dioda bridge
2.
Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener
3.
Pengaman /sekering
4.
Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level sinyal yang
ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
5.
Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen dc kepada suatu
sinyal ac
6.
Pengganda tegangan.
7.
Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode)
8.
Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier
9.
Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo
10. Sebagai rangkaian VCO
(voltage controlled oscilator), yaitu dioda varactor
Jenis Dioda :
- Dioda standar
- LED (light emiting diode)
- Dioda Zener
- Dioda photo
- Dioda varactor
5. Transformator
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk
menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari
3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input,
kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang
berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
Gb. Transformator
Gb. Bagian bagian transformator
Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai
berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik,
perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang
berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan
dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan
sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual
inductance).
0 komentar:
Posting Komentar